Kamis, 09 Juli 2009

Bagi sang "Imam"

Dalam kesendirianku...
Kau datang membawa senyuman.
Dalam pekatnya malamku...
Kau datang membawa terang.

Mungkin agak berlebihan, namun demikianlah kenyataan.

Penantian bagiku amat menjemukan...
Seenggan malam yang disapa siang

Kalaulah wanita, seberani pria...
Mungkin telah banyak yang bisa ku tawan
Kalaulah iman, tak jadi ukuran...
Maka entah berapa yg datang bertandang

Ku labuhkan penantian, dalam kepasrahan
Dengan keyakinan yang mendalam,
Bahwa engkau akan datang...

Cintaku,
Bawa aku ke dalam keridhoan
Bimbing aku dalam menjalani pekatnya malam

Karena yang ku nanti adalah imam,
untuk bersama meniti masa depan...

Jangan berpaling kebelakang,
Jangan juga mundur untuk pulang,
Mintalah pada Rab ku..
Untuk bisa mempersatukan.
dan tidak memisahkan.

Namun bila ada yg datang,
Lebih membawa kedamaian,
Maka aku tak dapat mencegah,
Lampuku kembali padam...

Mungkin agak berlebihan, namun demikianlah kenyataan

(puisi bagi imam keluargaku nanti...)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar