Kamis, 09 Juli 2009

Bagi sang "Imam"

Dalam kesendirianku...
Kau datang membawa senyuman.
Dalam pekatnya malamku...
Kau datang membawa terang.

Mungkin agak berlebihan, namun demikianlah kenyataan.

Penantian bagiku amat menjemukan...
Seenggan malam yang disapa siang

Kalaulah wanita, seberani pria...
Mungkin telah banyak yang bisa ku tawan
Kalaulah iman, tak jadi ukuran...
Maka entah berapa yg datang bertandang

Ku labuhkan penantian, dalam kepasrahan
Dengan keyakinan yang mendalam,
Bahwa engkau akan datang...

Cintaku,
Bawa aku ke dalam keridhoan
Bimbing aku dalam menjalani pekatnya malam

Karena yang ku nanti adalah imam,
untuk bersama meniti masa depan...

Jangan berpaling kebelakang,
Jangan juga mundur untuk pulang,
Mintalah pada Rab ku..
Untuk bisa mempersatukan.
dan tidak memisahkan.

Namun bila ada yg datang,
Lebih membawa kedamaian,
Maka aku tak dapat mencegah,
Lampuku kembali padam...

Mungkin agak berlebihan, namun demikianlah kenyataan

(puisi bagi imam keluargaku nanti...)

Rabu, 08 Juli 2009

Mengundurkan diri dari kepanitiaan GA 2010


General Assembly (GA) International Federation on Medical Students Association (IFMSA) merupakan pertemuan besar bagi organisasi mahasiswa kedokteran seluruh dunia. Melalui pertemuan ini, mahasiswa kedokteran seluruh Dunia bisa saling mengenal dan mengetahui keadaan kesehatan dunia dimata mahasiswa kedokteran. Bisa menghadiri pertemuan besar seperti ini merupakan suatu kesempatan yang amat langka dan mahal (karena biasanya diadakan di luar negeri).

Tahun depan (2010), Mahasiswa kedokteran Indonesia (CIMSA dan ISMKI) akan mencoba bidding untuk menjadi Host Meeting ini. Persiapan untuk menjadi Host ini telah dilakukan sejak tahun 2008 kemaren. Sebagai salah satu anggota CIMSA, merupakan suatu kebanggaan dapat bergabung dalam kepanitiaan ini. Karena selain dapat menghadiri meeting Internasional tersebut, kita juga bisa mengetahui, bagaimana persiapan dan halangan serta rintangan untuk bisa menyelenggarakan acara tersebut.

Alhamdulillah, setelah mengajukan CV dan Motivation Letter, saya terpilih menjadi panitia GA 2010 ini. Kebahagiaan yang tiada terlukis oleh kata-kata. Sudah terbayangkan, akan seperti apa nantinya bekerja bersama teman-teman Mahasiswa kedokteran lainnya. Susah payah yang akan dilalui, serta kerjakeras yang akan dilakukan demi terwujudnya pertemuan ini di bumi pertiwi.

Namun, dipertengahan tahun 2009, ketika kepanitiaan telah berjalan, ada tugas lain yang tak kalah beratnya. Amanah untuk menjadi General Coordinator SCORA (Standing Committee on Reproductive Health inc AIDS) 2009 - 2010 CIMSA. Tugas yang tidak ringan telah menanti didepan mata.

Akhirnya, daripada tidak maksimal di kepanitiaan GA, dengan berat hati saya mengundurkan diri. Keputusan ini diambil atas pertimbangan yang amat matang, saya tak ingin menjadi pribadi yang hanya mencantumkan nama, tanpa ada kontribusi bagi acara dan juga saya tak ingin menjadi pribadi yang tidak bekerja maksimal.

Namun, saya juga bukan pribadi yang lari begitu saja. Untuk menggantikan posisi saya sebagai panitia Fundrising GA, maka saya mengajukan Felorah Fibriyanti (Flo) sebagai penggantinya.

Semoga Flo bisa bekerja lebih maksimal untuk GA ini. Mengingat panitia Fundrising GA yang ada di Jakarta lebih dibutuhkan untuk mendatangi perusahaan - perusahaan besar di Negeri ini.

Selamat bekerja kepada seluruh panitia GA.
Bawa pertemuan Internasional ini ke Indonesia, agar mereka tahu kita ada, agar mereka tahu negeri kita yang indah ini, dan agar mereka tahu bahwa Indonesia mampu menjadi negara yang memberikan pelayanan kesehatan yang layak bagi rakyatnya.

Kalkulator Pak Kyai


Setiap malam jumat di pondokku, biasanya selalu diadakan ceramah oleh pimpinan pondok pesantren, KH. Wawan Setiawan MA. Setiap malam jumat pula aku selalu datang lebih awal setelah berjamaah sholat Isya. Hal ini selalu ku lakukan karena aku tak pernah mau tertinggal satu katapun dari ceramah pak kyai. Apabila aku duduk di belakang, konsentrasiku biasanya buyar soalnya teman-teman suka mengajak ngobrol, dan akhirnya aku tak bisa lagi menangkap isi pembicaraan pak kyai.

Malam itu, aku aneh melihat pak kyai membawa kalkulator. Pak kyai biasanya tidak pernah membawa apa-apa, mungkin karena apa yang disampaikan oleh pak Kyai telah dipahami, atau paling pak Kyai membawa kitab satu kitab untuk dibacakan. Kembali ke masalah keanehanku tadi, aku lalu bertanya-tanya dalam hati, apa gerangan yang akan dihitung oleh pak Kyai?..

Pertanyaan yang menghinggapiku malam itu terjawab ketika setelah selesai pembukaan ceramah, pak kyai meminta kami untuk mengeluarkan alat tulis dan meminta kami menghitung bersama. Pertama-tama, pak kyai menanyai jam berapa kami bangun pagi, lalu beliau bertanya berapa lama kami mandi setiap hari, berapa lama kami wudhu, berapa lama kami makan, dan lain-lainnya. Ohh…kami baru mengerti apa gerangan yang menyebabkan pak Kyai malam ini membawa kalkulator, bukan kitab. Lalu, beliau dengan serius menjumlahkan, banyaknya waktu yang kami pakai setiap hari, dikali seminggu, dikalikan lagi sebulan, tahun, hingga perkiraan umur kami. Hasilnya, Subhanallah…hanya sedikit sekali yang kami gunakan untuk beribadah kepada Allah.

Dari situ, saya sadar bahwa hidup yang sebentar ini, hanya menyisakan sebentar sekali untuk beribadah. Hal ini menyadarkan saya, bahwa hidup tanpa perencanaan hanya akan menyebabkan penyesalan dan kesia-siaan.

Mungkin hal yang dilakukan oleh pak Kyai merupakan hal yang sedikit aneh, karena biasanya kyai-kyai hanya akan membuka kitab lalu menerangkan panjang lebar tentang kewajiban memanfaatkan waktu. Namun, dengan kalkulator yang dibawa beliau malam itu, memberikan kami penyadaran yang sungguh mengejutkan kepada kami, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh kami yang berada di pesantren ini belum ada apa-apanya, apalagi yang diluar sana.
Setelah selesai pesantren dan kini menjalani kesibukan kuliah, mungkin saya atau kita bisa sedikit meluangkan waktu dan kembali mengambil kalkulator untuk kembali menghitung, berapakan waktu yang telah kita gunakan untuk beribadah kepada Allah dan waktu yang benar-benar digunakan untuk belajar, dan kita akan sangat terkejut sekali dengan hasil yang akan kita temukan.

BERI AKU SATU ALASAN


Ketika aku berdiri disisi laut yang tenang, aku bertanya

Mengapa angin bertiup

Mengapa camar-camar berterbangan

Mengapa buih-buih berlarian

Lama,… tak ku temukan jawabnya

Sampai suatu hari, matahari menyapaku dan memberi alasan

“Mereka sedang mendendangkan simfoni tepi pantai”



Lalu, ketika ku memandang langit malam, aku bertanya

Mengapa bintang berpijar

Mengapa malam diliputi kelam

Mengapa awan berpelukan

Lama,.. tak ku temukan jawaban

Sampai suatu malam, semilir angin membisikkan

“ini adalah kuasa Tuhan, untuk menciptakan kedamaian”



Lalu, ku berlalu menerjang padang, aku bertanya

Mengapa angin bertiup kencang

Mengapa debu berhamburan

Mengapa matahari terik membakar

Lama,… tak ku temukan jawaban

Sampai suatu siang, pasir-pasir bertaburan dan menggoreskan jawaban

“ini hanya peringatan, bahwa ada yang lebih memilukan”



Lalu, terhempas ku diperaduan

Lelah mencari jawaban

Kemudian matahari, angin dan pasir menyapaku

Mereka bertanya,…

Lalu berikan kami alasan, mengapa kau diciptakan?

Mari Warnai Kehidupan

Kawan, selamat datang di Blog baru ku...
Mungkin ini bukan blog pertamaku, namun ini adalah blog terbaruku dan akan menjadi blog yang akan memperlihatkan warna-warna kehidupanku.
Aku bosan berbicara pada kawan-kawan tentang kehidupanku, aku juga bosan memendamnya sendirian. Oleh karena itu, maka ku beranikan diri menuliskannya di blog ini. Agar kawan tahu, isi hatiku, dan warna kehidupanku...
Selamat datang, semoga teman-teman dapat memetik hikmah dan mendapatkan manfaat dari tulisan ku disini...
Thanks,..